Phenomenal Engineer

Phenomenal Engineer

Hari Libur Tetap Bersyukur

| Minggu, 18 November 2012

Sudahkah kamu bersyukur hari ini?

Baru saja atau bahkan seringkali saya melihat linimasa Twitter yang berisi keluhan; justru bukan ucapan syukur atas nikmat yang didapatkan. Contohnya hari libur panjang minggu ini, banyak dari mereka yang memaknainya hanya dengan potongan-potongan kalimat "aah! Hari libur gak ngapa-ngapain!!", "duh! Hari libur kurang lama", "duh! Hari libur belum ada pacaaaar!"... LHOO! oke! Dan seterusnya!

Setiap habis hari libur pasti akan datang hari kerja. Seperti kita sedang duduk di ruang tengah rumah lalu berjalan menuju jendela terdekat untuk kita buka. Kualitas kegiatan yang kita rasakan saat kita 'duduk' akan berbanding lurus dengan perasaan bahagia saat kita 'membuka jendela'. Jika kamu masih mengeluhkan sesuatu setelah 'membuka jendela', jangan-jangan posisi kamu 'duduk' pun kurang mengenakkan. Jadi, sesebentar apapun hari liburmu tetapi jika kamu bersyukur dan menganggap semua menyenangkan, sedikitpun kamu gak akan berat hati untuk kembali memasuki hari kerja.

Seperti saat ini, saya sedang terduduk, saya mensyukuri kebahagiaan-kebahagiaan beberapa hari kemarin, juga meyakini untuk kehebatan-kehebatan hari esok. Nikmat sekali; Tuhan saya Maha Hebat.
Tuhan Maha Hebat, hebat membawa saya yang dulu menjadi saya yang seperti sekarang, juga akan lebih hebat lagi suatu hari. Sekarang, saya memang belum bisa memberi banyak, tapi saya masih belajar dan terus belajar agar kelak bisa banyak memberi. 

Saya ingat ada beberapa mimpi-mimpi yang saya tuliskan ketika dulu training ESQ sebelum UAN SMA. Mimpi-mimpi itu adalah bahwa saya ingin menjadi:
1) Seorang ayah yang sayang keluarga;
2) Seorang manusia yang berguna bagi manusia lainnya;
3) Seorang insinyur yang fenomenal;
Seingat saya, dulu pernah menuliskan 5, tapi hanya 3 yang saya ingat dengan jelas. Sisanya saya tulis pada saat ini.
4) Seorang developer yang berperan dalam pembangunan dan cinta lingkungan;
5) Seorang direktur yang mampu mengarahkan banyak orang, bukan menyalahkan.

Tuhan benar-benar Maha Hebat, kan? Iya, asal kita percaya.
Lihat saja, saya dulu menulis keinginan nomor 1, kemudian Tuhan menganugerahi saya sebuah keluarga yang penuh kasih sayang, memberi banyak pelajaran dari tiap belaian. Karena semua berawal dari keluarga, itu semua akan saya bawa kelak ketika berkeluarga. Saya menulis nomor 2, kemudian Tuhan memberi saya kemampuan untuk cepat belajar, menganugerahi saya teman-teman yang luar biasa, membuat saya mengerti arti saling mengisi dan melengkapi. Saya menulis nomor 3, bahkan sebelum saya tahu saya mau masuk jurusan apa di Perguruan Tinggi. Sekarang, saya telah dianugerahi gelar Sarjana Teknik. Ya, seorang insinyur, kawan!


Saya percaya bahwa keajaiban dari berani bermimpi adalah adanya hal-hal menakjubkan yang Dia tunjukkan dalam perjalananmu menggapainya. Saya hanya tinggal percaya, Tuhan akan mengerjakan sisanya; mimpi nomor 4 dan 5.

Bersemangatlah! Yang bekerja, sudah ditunggu penerapan ilmu dan penyerapan tenaganya untuk negara. Yang sekolah, sudah ditunggu beribu-ribu ilmu untuk nantinya diterapkan.

Jadi, sekarang jangan kebanyakan 'duduk', bisa bikin encok sama pegel-pegel katanya. Hehe.


 

Copyright © 2010 WAKE UP AND SEE