Phenomenal Engineer

Phenomenal Engineer

Pertama Kali, Kini, dan Mimpi untuk Nanti.

| Rabu, 15 Agustus 2012


Segala sesuatu yang pertama kali itu identik dengan sesuatu yang kita cari sendiri cara untuk menjalaninya. Seperti halnya sekolah pertama kali, pacaran pertama kali, kuliah pertama kali, atau bahkan apa saja hal-hal yang kita lakukan pertama kali. Ternyata dari semua itu, kita semua punya yang namanya ‘naluri’, untuk melakukan sesuatu yang memang baru pertama kali lalu menuliskan adaptasi dan menyimpannya dalam memori otak kita. Intinya yang pertama kali itu bikin bingung. Makanya saya memilih bercerita sejak pertama kali kuliah hingga saat ini di sini daripada terlalu memusingkan laporan Tugas Akhir tentang metode pertama kali di Indonesia.

Sejak dulu pertama kali menginjak bangku kuliah hingga sekarang sudah mau menginjak mimbar wisudawan, sebenarnya sudah banyak cerita, suka, dan duka tertoreh. Ada banyak nilai-nilai ilmu hingga nilai persahabatan. Mulai dari saya yang belum mengenal apa itu teknik sipil hingga sebentar lagi dituntut tanggung jawabnya untuk menerapkan ilmunya kepada masyarakat sipil.

Ngomong-ngomong soal perkuliahan anak Teknik sipil, sebenarnya bisa dibilang susah-susah tapi mudah, dan tetap semua tergantung pada niat dan motivasi diri masing-masing. Buktinya, sudah ada teman-teman saya yang tumbang perihal kesetiaan, kesetiaan pada fakultas dengan alasan macam-macam. Saya juga tak yakin mereka adalah orang yang setia juga pada pasangannya. Hahaha.

Kuliah di jurusan teknik sipil itu emang banyak yang bilang jurusan paling sulit dari semua jurusan, mulai dari tugas kecil hingga tugas besarnya. Tugas besar adalah tugas yang wajib dikerjakan dan menjadi beban di tiap semesternya. Semua bidang teknik sipil mulai dari transportasi, struktur, sumber daya air, hingga manajemen proyek semuanya tercakup dalam tugas besar tersebut. Tugas besar ini mungkin yang menjadi hal paling berat, yang walaupun dijalani sebenarnya sih aman terkendali aja. *naikin kerah*

Saya merenung dan saya menyadari, sebenarnya masih sedikit ilmu yang saya dapatkan dibanding lamanya masa perkuliahan. Tapi keinginan untuk sukseslah yang membuat saya ingin tetap belajar. Keinginan untuk bekerja sebelum membuka lahan pekerjaan, insya Allah. Keinginan untuk merealisasikan mimpi. Mimpi bekerja di perusahaan kontraktor ternama walaupun sebenarnya lapangan kerja bagi lulusan teknik sipil sangat luas. Mimpi untuk menjadi kaya lalu mengayakan Indonesia. Mimpi untuk bisa membantu siapapun orang yang membutuhkan. Mimpi yang dibangun bersama kawan sejati, kawan seperjuangan dalam Kerja Praktek. Kawan yang rela menyamarkan namanya demi sebuah kehadiran asistensi, kawan yang rela mengucurkan keringatnya walau bukan demi nama kelompoknya, kawan yang benar-benar bisa disebut kawan. Namun, dia telah lebih dulu dipanggil Tuhan. Kami yakin, kamu pasti kelak ditempatkan di Surga-nya kawan. 

Di sini, di kampus ini banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang tersematkan, juga bermacam-macam karakter orang. Saya jadi mengerti tentang pentingnya kebersamaan, sebuah kebersamaan yang jika kita punya uang kita bantu mereka yang kekurangan, begitu sebaliknya. Sebuah kebersamaan yang membuat kita tak pernah merasa kekurangan, sungguh. Sebuah kebersamaan yang jika demi tugas salah satu begadang, maka yang lain juga demikian. Sebuah kebersamaan yang indah, dan keren. Saya bersyukur punya teman-teman yang begitu loyal, begitu setia kawan, begitu peka terhadap sesama, begitu tak bisa diam berpangku tangan jika yang lain butuh bantuan. Mereka pasti kelak adalah sosok-sosok yang akan saya rindukan, saat kita semua sudah berkeluarga dengan anugerah anak-anak yang lucu yang akan jadi penerus kaya dan tawa kami juga.

Sekarang, yang menjadi keinginan terdekat kami mungkin hanya satu. Angkatan 2008 menjadi para wisudawan dan wisudawati angkatan ke-64. Doa dan usaha siang malam yang sedang kami kerjakan. Semoga hal itu akan menjadi pohon bagi buah yang paling manis, yaitu wisuda pada waktunya. Amien ya Robbal alamiin.
 

Copyright © 2010 WAKE UP AND SEE